Archive

Monthly Archives: September 2016

Jika dihitung, sudah lebih dari lima kali saya kehilangan kartu ATM, entah karena lupa ambil setelah bertransaksi di mesin ATM sehingga kartu tertelan otomatis, jatuh entah di mana, atau memang terselip dan lupa sama sekali tentang keberadaannya. Apapun sebabnya, hal tersebut mengharuskan saya untuk membuat kartu baru.

Dulu, kalau kartu ATM hilang agak repot dan memakan waktu (dan uang) karena harus membawa surat laporan kehilangan dari kepolisian. Ketika kartu ATM saya hilang tahun lalu, saya browsing di internet tentang perlunya surat kehilangan dari kepolisian sebagai salah satu administrasi untuk membuat kartu baru, dan ternyata tidak perlu. Esok harinya saya datang ke kantor cabang terdekat, dan kartu baru dengan mudah bisa langsung diurus hanya dengan membawa identitas diri dan buku rekening tabungan. Saya juga ingat waktu itu CS juga mengambil foto saya via webcam sebagai pelengkap identitas. Tak lebih dari 15 menit, kartu baru saya langsung jadi (kartu instan, tanpa print nama) dan bisa langsung dipakai.

Beberapa waktu, saya kembali kehilangan kartu ATM karena lupa ambil setelah melakukan transaksi di mesin ATM. Selang dua hari, saya baru sadar kartu ATM saya tidak ada di dompet. Karena saya pengguna internet banking, saya langsung cek mutasi rekening dan informasi saldo. Namun setelah log in, semua opsi banking tidak dapat dilakukan. Sedikit panik, saya langsung menghubungi call center untuk mengatahui status kartu karena yang ada di pikiran saya:

  1. Kartu di-hijack
  2. Kartu di-hijack
  3. Kartu di-hijack

Tak lama menunggu, saya tersambung dengan CS. Sebetulnya saya paling malas menghubungi CS BCA karena sangat memakan waktu. Bukan karena proses verifikasi data, namun cara bicara dan segala penjelasan yang SOP banget. Ada kalanya saya mau langsung tutup koneksi telepon dan/atau banting hp. Tapi karena saya anaknya sopan, dengerin aja sambil main candy crush. Anyway, setelah berbicara dengan CS tersebut selama 15 menit (1 menit pencet segala kode nomor untuk pilihan berbicara dengan CS, 1 menit untuk verifikasi data, 1 menit untuk laporan apa yang terjadi, sisanya mendengarkan penjelasan prosedur yang berbelit-belit dan penuh pengulangan), saya diberitahu bahwa ketika kita meninggalkan kartu debit di mesin ATM, mesin akan langsung “mengamankan” dengan memblokir kartu hanya dalam selang waktu 2 menit.

“Kartu langsung diblokir hanya selang waktu 2 menit saja, jadi Ibu tak perlu khawatir,” kata Mbak CS-nya dengan nada datar. “Yay,” jawab saya dengan suara yang tak kalah datar. Setelahnya saya harus mendengarkan prosedur pembuatan kartu baru yang lagi-lagi bertele-tele. Saya mencoba memotong pembicaraan berkali-kali hingga sedikit agresif, tapi sepertinya dia tidak peduli dan memilih untuk terus bicara. Ya sudah. Main candy crush lagi sampai dia selesai bicara dan buru-buru mengucapkan terima kasih.

Keesokan harinya, saya ke cabang BCA terdekat berharap bisa mendapat kartu baru. Agak khawatir karena saat itu saya tidak membawa buku rekening, yang kalau kata Mbak CS adalah salah satu persyaratan. Dengan modal nekad, saya pun menjelaskan ke CSO bahwa kartu saya tertelan, saya tidak membawa buku rekening (namun punya data nomor rekening plus foto halaman depan buku tabungan, kartu identitas, dan NPWP, namun ingin secepatnya membuat kartu baru. Dan ternyata… bisa! Ternyata pengambilan foto di CSO BCA tahun lalu bisa menjadi verifikasi sehingga buku tabungan tidak selalu dibutuhkan.* Dan tak lebih dari 15 menit, kartu baru saya jadi dan bisa langsung dipakai. Saya sebagai nasabah pun puas.

*) Tergantung kebijakan kantor cabang.

PS: Tulisan ini saya buat dengan ikhlas dan pastinya bukan pesan berbayar.

Advertisements