Archive

Monthly Archives: December 2014

Tara Basro - Cover Story - Full   Current work as a features contributor in Grazia Indonesia magazine December 2014 issue. Got the chance to interview this fierce gal, Tara Basro, one of the rising stars in Indonesia’s film industry. She’s friendly, smart, and we (or at least me) had a great time at the interview session. Styled by: Yoland Handoko Lensed by: Glenn Prasetya Dress: Friederich Herman, Albert Yanuar Makeup: Andy Chun Hairdo: Linda Nail: Velize Nail Art And interviwed by yours truly

Advertisements

Semua orang punya hal-hal yang disuka dan dibenci. Seperti judul di atas, berikut ini adalah hal-hal yang -bukannya saya benci- tak akan pernah saya pakai. Kecuali kalau ada keajaiban, ancaman, atau saya mengalami amnesia berat.

1. Lensa kontak berwarna, khususnya biru, hijau, dan abu-abu. Cokelat? Mungkin, karena dulu saya pernah pakai dan teman saya sempat mengira bahwa itu adalah warna mata saya yang sebenarnya. Kecuali Anda punya penampilan blasteran, memakai warna-warna seperti hijau, biru, dan abu-abu, sih, nggak masalah. Tapi kalau Anda dilahirkan dengan wajah sangat Indonesia, it’s just don’t suit you. It never will (well, except if you’re a model I guess…). My foreigners friends asked me one day, “I saw a lot of women here in Jakarta wear blue-colored contact lens. Why?” Bukannya mereka benci, hanya saja mereka heran. Menurut mereka, wanita Indonesia itu diberkahi penampilan natural yang cantik. Rambut hitam, kulit kecoklatan, dan warna mata gelap. They say it’s an intriguing look, and they love it. See?! Jadi buat saya, wearing those colored contact lens is not necessary, kalau memang penggunaan lensa kontak berwarna tersebut ditujukan untuk menarik perhatian pria-pria bule :p

2. Stocking warna kulit. Just simply what is the point of wearing it? Satu-satu alasan yang bisa saya terima adalah pemakaian dengan maksud untuk menutupi bekas luka di kaki.

3. Kacamata tanpa lensa. Sekali lagi, what’s the point?! Saya bahkan takjub bahwa si pemakai tak merasa aneh saat memakainya. Saya pemakai kacamata karena memang diharuskan. Tapi kalau suatu hari saya diberikan penglihatan saya secara maksimal lagi, saya akan dengan senang hati melepaskan kacamata saya for like, forever. (And the other fact that I don’t really like wearing contact lens).

(Updated, February 16th, 2015)
4. To all women who wear “invisible” bra strap. Why? BECAUSE WE ALL SEE THEM.

Sejauh hanya itu dulu yang ada di kepala. For those of you might think, “Why those things bother you that much?” Well, it’s just me. Not because I’m a complaining-bitch, but I just feel like I have to write this things down. I’ll update this post later if I find other things I dislike. If you happen to wear those things I wrote about, don’t stop and don’t ever change your mind. Because you’re all my inspiration and this life won’t be colorful without you. So, cheers, yo!

Suatu pagi, saya memutuskan untuk mencoba Burgreens Eatery yang berlokasi di Rempoa. Well, kalau bukan karena penugasan untuk me-review menu, mungkin saya tidak sebegitu penasarannya mencoba restoran ini, simply because I am not a vegeterian nor vegan. Bukannya saya tidak suka dengan pola makan tersebut, kenyataannya saya suka makan dengan banyak sayuran dan buahan-buahan, tapi ‘label’ vegetarian atau vegan agak ‘menakutkan’ untuk saya.

Dari Pondokgede, saya berangkat sekitar pukul 10.00 dan sampai sana sekitar pukul 11.00 WIB. Kesan pertama, it’s a very cozy plazy to have a restaurant! Tempatnya teduh, banyak pohon, penataan ruang makan outdoor yang cantik (plus waktu itu kondisi cuaca mendung so it’s pefect!), dan tempat parkirnya pun luas, yang ada di bagian belakang restoran.

Sampai di sana, ternyata pintu restoran masih digembok (karena ternyata jam bukanya adalah pukul 12.00 WIB). Well, tapi pada akhirnya mereka membukakan pintu dan beroperasi. Yes, on that day, I am the early bird! Hehe. Untuk starters, saya pesan Sweet Potato Chips (Vegan), untuk main course saya pesan Battle Beans burger, yang patty-nya terbuat dari red beans, black beans, dan chickpeas, dan minumannya saya memesan Superfood Smoothies Detox Red Velvet (semangka, bit, dan lemon).

Selagi menunggu pesanan, saya membayangkan akan seperti apa menu vegetarian or vegan. Terakhir kali saya makan di restoran vegetarian adalah sekitar tahun 2009 atau 2010 di Yogyakarta. Menu pilihan saya waktu itu adalah burger yang patty-nya terbuat dari tempe dan beberapa bahan lain yang saya tak bisa ingat. And it tasted awful. I mean, my omnivore tounge simply couldn’t accepted the taste. Oh, and I remember it was very oily. So, I’m kinda traumatized having a vegetarian/vegan menus. Dan saat mencoba menu Burgreen ini, saya sudah siap dengan kemungkinan terburuk.

Sweet Potato Chips (a.k.a keripik ubi ungu) dan Detox Red Velvet disajikan. Saya suka sekali dengan keripik ubi ungu karena rasanya yang manis dan gurih, dan sering beli ketika pergi ke Surabaya atau Malang. Tapi yang ini rasanya agak hambar. Well, kemungkinan besar keripik yang biasa saya makan sudah dicampur pemanis (mungkin?). Meskipun begitu, mereka menaburi sepiring penuh keripik tersebut dengan bubuk cabai dan beberapa rempah sehingga rasa gurihnya tetap ada. And it’s really good that you want to lick your fingers after that.

Not much to say about my smoothie. Well, it’s a healthy smoothie. What do you expect? But it’s really fresh dan Anda dijamin akan ‘merasa’ setelah meminumnya, bahkan setelah tegukan pertama. Ah, and my burger’s served!

The burger itself looks like a normal burger. Brownie patty and lettuce… After I examine the burger for a while, akhirnya saya mencobanya sambil mengerutkan kening. I started to chew it… And it’s surprisingly good and it tasted like cheese burger in a way. It doesn’t have the usual juiciness, but it’s not a big problem. I’ve eaten it all. Dan saya bisa bilang, sekarang saya tidak lagi trauma dengan burger vegetarian/burger. Ah, ya, selain memuji menunya, saya juga harus memuji pelayanannya karena mereka sangat ramah sekali dan mau meluangkan waktu untuk menjelaskan menu-menu makanannya.

Buat saya pribadi kekurangannya hanya satu, yaitu kunjungan lalat-lalat yang tak saya harapkan. Well, I know it’s a risk of eating outdoor, but I don’t expect a lot of flies came by to bug me (and my foods). Let’s just hope those flies are vegetarian and don’t eat something dirty, literally. And yes, I’d like to be back one day for sure!

Now you may see the photos below.

IMG_0788 copy

Sweet Potato Chips (Vegan)

IMG_0777 copy

The Battle Beans Burger

IMG_0737 copy

Seriously heatly smoothie Detox Red Velvet

IMG_0726 copy

It’s a cozy place, right?

IMG_0730 copy

Slow down and turn left

IMG_0736 IMG_0733 copy

Burgreens Eatery
Jln. Flamboyan No.9, Rempoa, Jakarta Selatan
Jam buka: Selasa-Jumat (12.00 WIB-21.30 WIB), Sabtu-Minggu (10.30 WIB-21.30 WIB)
Delivery: 087882005070 (Selasa-Minggu 09.30 WIB-20.00 WIB)
Catering: 087886782082 (Senin-Jumat 07.30 WIB-12.00 WIB)
Instagram: @burgreens
Twitter: @burgreens_
Facebook: Burgreens