Archive

Monthly Archives: November 2013

Di suatu pagi, saya dikagetkan dengan penemuan kucing yang melahirkan anak di laci kamar saya. Ya, laci kamar. Bagaimana bisa?

Malam hari sebelumnya, sayup-sayup saya mendengar Muzal bilang, “Neng, ada kucing melahirkan!”. Karena saya sudah setengah tertidur, tanggapan saya hanya, “Hmmm…”, dan yang ada di alam setengah sadar saya waktu itu, “ya memang kucing bisa melahirkan.” Tapi waktu itu seingat saya suami gak bilang kalau kucing yang melahirkan tersebut, melahirkannya di laci kamar saya.

Waktu menemukan kucing-kucing tersebut, saya bingung, karena sebelumnya saya tidak pernah benar-benar memelihara kucing. Maksudnya hanya pernah, tapi tidak pernah benar-benar memelihara seperti memberikan makan secara rutin, memandikan, memeriksakan ke dokter hewan, dll. Jadi waktu itu saya bingung harus diapakan dua bayi kucing yang baru lahir ini. Kata suami, kalau bayi tersebut dipegang, si ibu nantinya akan menelantarkan karena bau dari bayi kucing tersebut sudah tercampur dengan bau saya.

Saya tanya di Path, katanya bayi-bayi tersebut harus dijemur. Akhirnya sebelum saya pergi, laci tersebut saya pindahkan ke beranda kamar untuk saya jemur. Suami bilang urusan makanan, sih, kan anak-anak tersebut masih menyusui jadi tidak perlu khawatir. Sekarang, sih, keluarga kucing tersebut sudah hilang entah ke mana. Mungkin sudah menemukan tempat yang lebih baik.

Beberapa minggu kemudian, di rumah sebelah yang ditinggali orang tua saya, kembali saya menemukan seekor kucing tetangga dengan tiga anaknya yang baru lahir. Lagi-lagi, rumah saya jadi tempat bersalin kucing. Dan ternyata kucing tersebut adalah kucing tetangga depan rumah tangga saya.

Kalau kata beberapa teman, adanya kucing yang melahirkan di rumah saya tersebut akan bikin kita ‘ketularan’. Amin 🙂

Image

Image

Advertisements