Archive

Monthly Archives: October 2013

Untuk Grazia Indonesia edisi Oktober 2013, saya berkesempatan untuk mewawancara Cinta Laura Kiehl sebagai Cover Stiry, yang pada pada awal Juli – awal Agustus lalu sempat pulang ke Indonesia. Katanya, sih, kepulangannya ini didedikasikan untuk para fans-nya dan memenuhi permintaan fans-nya untuk mengisi acara sahur di TV—karena selanjutnya Cinta tak akan sering pulang ke Indonesia karena ingin mengejar karier Hollywood-nya.

Berikut ini adalah wawancara saya dan Cinta.

Gimana dengan kuliah, sudah semester berapa sekarang?

Saya baru saja menyelesaikan sophomore year, dan akan melanjutkan ke junior year. Kalau istilah di Indonesia, saya sudah masuk semester 5. I’m doing really well by the way. Ketika memutuskan untuk kuliah, saya ingin mengambil major Psikologi dan Ilmu Politik, tapi akhirnya saya sadar bahwa saya benci Ilmu Politik (tertawa). Akhirnya saya pindah jurusan, jadi saya mengambil Psikologi dan Sastra Jerman. So far saya tak pernah bermasalah dengan akademik karena pada dasarnya I love studying. Jadi secara akademis bisa dibilang pencapaian saya baik ya. Biasanya menjadi Sarjana membutuhkan waktu 4 tahun, tapi saya mencoba untuk menyelesaikannya jadi 3 tahun. Kalau menurut jadwal saya akan lulus Mei 2015, saya akan mencoba untuk lulus Mei 2014. Dan saya harap saya bisa mendapatkan gelar Summa Cum Laude ketika lulus.

Yang membuat kamu mengganti major Ilmu Politik, apa?

Psikologi akan menjadi major yang akan saya pilih, tapi alasan utama saya tidak menyukai Ilmu Politik adalah karena saya menyadari bahwa….. Sebenarnya bagus, ya, saya bisa mengetahui teori-teori yang ada di belakang politik and the way different nations function. But I feel like I can get more knowledge about what’s going on in the world and how a different country manage their political system. Learning a theory doesn’t really help me because I can’t really apply it to the real world. Jadi saya merasa terlalu banyak teori dan terlalu sedikit praktik.

Masih ingin bekerja untuk United Nations dan World Bank?

Yeah! Alasan saya ingin menyelesaikan kuliah saya selama 3 tahun adalah karena…. Ketika saya menyelesaikan S1, saya ingin pindah ke Los Angeles dan akan tinggal di sana selama 1 tahun untuk mencoba keberuntungan karier profesional saya di Hollywood. Saya punya manajer di sana dan saya ingin ikut audisi untuk lebih banyak film. Untungnya saya sudah punya pengalaman terlibat di film produksi Hollywood, yaitu The Philosopher (rencananya tayang akhir tahun 2013). Jadi saya akan mencoba peruntungan saya di Los Angeles, semoga saya bisa, please pray for me. Tapi jika saya tidak berhasil, saya akan kembali bersekolah dan mengambil S2 di Harvard Law and Bussiness School, dan nantinya akan bekerja untuk PBB atau Bank Dunia. Jadi, UN dan World Bank adalah Plan B saya kalau saya tidak berhasil di Hollywood. But I love both equally! Which ever life’s leads me to, I’ll be happy.

Kalau melanjutkan S2, mau ambil major apa?

Mungkin bisnis atau hukum karena… Entahlah.. Saya pikir, kenapa tidak? Keduanya menurut saya berguna. Kalau saya tidak berhasil menjadi artis internasional, ibu saya menginginkan saya terlibat di politik, dan banyak sekali politisi adalah seorang pengacara (tertawa).

Kamu kan punya pengalaman bermain di film produksi Hollywood. Lalu dari situ, bagaimana perbandingannya dengan industri film lokal kita?

It’s extremely different. Im sad to say, but the Indonesian film industry is unorganized. Ada saat mereka memberitahu jadwal syuting jam 6 pagi, tapi kenyataannya syuting baru dilakukan pukul 8 pagi atau 11 siang. Mereka membuat Anda menunggu terlalu lama! Industri film di sini tidak punya aturan jelas tentang jam kerja, misalnya mereka membuatmu bekerja lebih dari 12 jam seharian yang menurut saya tidak manusiawi. Di Hollywood, kalau kru memanggil talent-nya jam 6 pagi, syuting harus selesai pukul 6 petang. Yang kedua, lokasi syuting film produksi Hollywood jauh lebih baik. DI Indonesia, toiletnya kadang kotor sekali, begitu pun makanan yang disajikan seperti menyajikannya dalam kertas koran. Belum lagi banyak lalat di mana-mana. Di film produksi Hollywood, setiap aktor memiliki ruangan sendiri yang punya fasilitas AC, sofa, Wi-Fi, meja makeup. Ada pula fasilitas umum seperti TV, snacks dan catering dengan makanan-makanan enak, dan bahkan tersedia treadmill  dan meja ping pong jika Anda ingin sedikit berolahraga saat menunggu. Dan tentu saja toiletnya bersih. 

Anda bisa akting, bisa nyanyi, dan punya nilai akademik yang bagus. Menurut Cinta secara pribadi, apa yang paling Anda kuasai?

Mungkin akademik dan olahraga.. I’ve been an athlete as far back as I can remember. I used to be a swimmer, a competitive swimmer. Saya biasa berkompetisi melawan sekolah-sekolah internasional lainnya di Indonesia, bahkan saya juga sempat ikut kompetisi di Perth, Australia, namun akhirnya batal karena saya harus menjalani operasi usus buntu. Waktu SMA saya juga ikut basket serta track and field (atletik). Saya juga pernah ikut lari 100 m dan 200 m, dan juga lompat tinggi, 400 m relay, so I’m a real athlete. Tapi, yah, saya pikir saya lebih bagus dalam akademik karena saya prestasi saya di sekolah bagus dan saya selalu berusaha menjadi yang terbaik. And because of my competitive nature, I think that’s why I’m also pretty good at sports. I wouldn’t say I’m a world class athlete, not at all, but I’m good at sports and I’m able to do a lot of things.

What’s your biggest fear in life?

Not achieving what I want to achieve in life because I’ve always been able to get whatever I wanted, and I’ve worked really hard for everything in my life and I always been able to get what I want. And I’m scared that one day it wont happen anymore. So far throughout my life I’ve always achieve what I want to achieve, so hopefully that good luck continue to follow me to the future.

Ada tidak hal dalam hidup yang ingin kamu ubah?

Saya berharap bisa melakukan lebih banyak hal ketika saya lebih muda, seperti bisa memainkan instrumen musik, mengambil lebih banyak kelas menyanyi dan akting, pokoknya saya berharap saya dulu dapat melakukan lebih banyak hal di hidup saya. Ya, saya merasa belum banyak melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan…

Kapan terakhir kali Anda merasa sangat bahagia?

Saya tidak ingat. Bukan karena saya tidak bahagia, ya, tapi karena saya pikir karena banyak hal yang belum berhasil saya raih. Dan hingga saya dapat meraih semua itu, saya pikir saya tidak akan dapat merasa benar-benar bahagia. Meskipun begitu, saya tetap bersyukur dengan apa yang saya miliki. Jadi jangan mengira saya adalah orang yang tidak berterima kasih, saya hanya tidak ingat kapan terakhir kali saya merasa sangat bahagia. That sounds depressing, but I’m just being honest…

Apakah Anda tidak dapat mengingatnya karena merasa pada dasarnya Anda selalu merasa bahagia?

I can’t remember because most of the time I’m just like moderately happy (tertawa).

—-

So, what do you think about Cinta? 😉

Cinta Laura Kiehl as seen in Grazia Indonesia October 2013 issue Cover Story. Pengarah gaya: Yoland Handoko | Fotografer: Bona Soetirto | Rias wajah & tata rambut: Bubah Alfian.

Cinta Laura Kiehl as seen in Grazia Indonesia October 2013 issue Cover Story. Pengarah gaya: Yoland Handoko | Fotografer: Bona Soetirto | Rias wajah & tata rambut: Bubah Alfian

Advertisements

Seperti judul di atas, ya, saya iri berat sama band d'Masiv. Saya iri karena menjadi salah satu band/penyanyi/musisi pilihan untuk tampil di Guinness Arthur's Day 2013 di Dublin, Irlandia. Meskipun tempat tampil mereka berbeda (d'Masiv tampil di The Ivy House pub) tapi setidaknya mereka adalah line-up band yang mewarnai Guinness Arthur's Day tahun ini. Hiks. I do really want to see MSP's performance live. One of the things I have to do before I die.

[caption id="attachment_175139696" align="aligncenter" width="545"]Three men I'd love to see: James Dean Bradfield, Nicky Wire, and Sean Moore. Three men I'd love to see: James Dean Bradfield, Nicky Wire, and Sean Moore[/caption] Photo courtesy of IMAGE.NET