Archive

Monthly Archives: August 2013

This gallery contains 2 photos.

Buka bersama adalah acara wajib-gak-wajib untuk semua majalah di Femina Group. Bukan hanya ajang makan dan kumpul bareng, tapi juga sekaligus seru-seruan. Setelah tahun lalu acara buka bersamanya gak berkesan, tahun ini kami ingin heboh (diprakarsai Yoland). Setelah berembuk, akhirnya kita semua sepakat dengan tema Arabian Night. Tak hanya makanan, kita pun juga harus memakai …

Read More

Beberapa lalu dikasih beauty item baru sama teman, Lip Impact Crayon keluaran Oriflame. Bukan pembeli setia Oriflame sebetulnya, tapi crayon ini oke banget---walaupun awalnya sempat ragu. Kenapa? Karena menurut saya kalau lipstik ya bentuknya harus seperti lipstik pada umumnya. Bukan lip pen, lip crayon, even gue gak suka dengan lip gloss. Tapi ternyata setelah dicoba, langsung suka! Waktu dipoles, rasanya ringan di bibir, tapi warnanya tetep keluar! Karena ini, sekarang saya jadi pesan rautannya.

Ya, kekurangan minor dari lip crayon ini cuma satu: harus diserut. Gak bisa dipanjangkan dengan cara diputar atau ditekan.

Mungkin saya akan melengkapi dengan warna lain, selain warna Deep Berry ini.. #RR

(Photo: me, courtesy of Oriflame. Model: Monik Wulandari)

This gallery contains 2 photos.

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak memenangkan sebuah kompetisi.. Bahkan kompetisi 17 Agustusan waktu kecil dulu tidak pernah menang. Actually I never win a competition before. But then again, there’s always the first time.. Jadi, ceritanya saya ikut gathering yang digelar HTC. Intinya bukan acara serius, cuma senang-senang aja. Dan asyiknya, yang datang berkesempatan memenangkan …

Read More

Pertama-tama, selamat untuk resto Bebek Kaleyo yang sukses, selalu ramai, dan sudah established di dunia perbebekan. But then again, kesuksesan bukan berarti tidak memperhatikan konsumen…

Jadi ceritanya, saya sekeluarga pergi ke Bebek Kaleyo cabang Jatiwaringin, sekitar jam 18.50 WIB. Bebek Kaleyo yang selalu ramai, makin ramai karena jam makan malam. Setelah berhasil mendapat tempat duduk, seorang pelayan pun langsung menghampiri kami.

“Adanya tinggal bebek peking aja,” katanya sebelum akhirnya dia ngeloyor pergi.¬†Pengennya sih langsung cabut aja, tapi ternyata ortu bilang gak apa-apa makan di situ, sudah terlanjur duduk juga. Akhirnya kita pesan.

Makanan yang ada cuma bebek peking (only paha), dan paket bebek goreng (only paha juga) + nasi + minum, dan ayam. Mulai kesel, nih. Pas pesen minum pun, adanya tinggal es teh tawar (gula habis gula?) dan jus melon (emang ada ya yang doyan jus melon?!). Dari sayur asem, tempe, teh manis, soda, dan puluhan menu lain semuanya habis. Mungkin Bebek Kaleyo boleh bangga karena dagangan mereka laku keras. Tapi tetap saja, saya sebagai konsumen kan gak mau makan makanan ‘sisa’. Karena pilihan menu yang sangat terbatas, akhirnya kami pun memutuskan untuk batal dan pindah resto. Pelayan kami waktu itu cukup ramah, dan sempat minta maaf. Saya terima dengan cukup lapang dan maklum, hingga akhirnya pelayan tersebut bilang, “Datangnya telah, sih…” I’m like, “WTF?!” Kalau kita datang di jam mau tutup, let’s say saya datang jam 22.00 WIB (karena setahu saya jam tutupnya pukul 22.30 WIB), saya pasti nrimo. But then again, saya kan datangnya di jam makan malam orang normal! Gak terima, saya pun langsung balas bilang, “Lho, kalau makanannya sudah pada habis, mending tutup aja, mbak.”

Am I a demanding costumer? I don’t think so. Mungkin banyak juga yang merasakan seperti apa yang saya rasakan. Apalagi orang-orang yang bela-belain datang dari rumah yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi, pasti akan sangat kecewa. Semoga ini bisa jadi pelajaran dan akan ada peningkatan kualitas (dan KUANTITAS) di masa yang akan datang. #RR