Archive

Monthly Archives: April 2013

Tahun 1967, Alkisah, ada dua orang sahabat bernama Bong dan Kim. Entah kenapa, Kim harus mendekam di penjara Hong Kong karena kesalahan yang tidak dilakukannya. Sebagai sahabat setia, Bong akhirnya memutuskan untuk menemani Kim di penjara. Bukan sebagai narapidana, melainkan dengan menjadi koki. Masakannya Bong yang ternyata enak membuat narapidana yang tinggal di sana menjadi betah, bahkan ada yang memutuskan untuk extend. Dan tiga buronan yang paling dicari polisi, akhinya menyerahkan diri karena mendengar popularitas masakan Bong. Penjara itu pun akhirnya ditutup, dan digantikan dengan restoran Bong Kopitown.

………………………….

Kisah di atas bukan kisah nyata, kok. Cerita tersebut adalah cerita fiksi karangan restoran konsep penjara pertama di Jakarta, Bong Kopitown. Restoran yang terdiri dari dua lantai ini cukup mengejutkan Anda dengan interior ala penjara, lengkap dengan jeruji, pagar besi, rantai, serta teralis. Makanannya yang menyajikan cita rasa ala Cina Peranakan pun juga dikaitkan dengan konsep restoran. Ada Nasi Penjara dan juga Menu Buronan seperti Ote-Ote, Choi Pan, dan Ham Pan.

Restoran ini juga menyajikan menu Spicy Rendang Noodle yang terdiri dari 12 level. Jika Anda berhasil menghabiskan menu ini di level 12 dalam waktu 10 menit, maka Anda berhak mendapatkan voucher makan sebesar Rp 45.000. Tertantang?

Anyway, bagi saya restoran ini menyenangkan. Selain tempatnya yang nyaman, makanannya pun menarik, enak, dan harganya pun terjangkau. Paling mahal hanya Rp 35.000 saja! Sayang, saya tidak bisa terlalu sering ke sini karena jauh dari rumah maupun kantor…

Bong Kopitown | @BongKopitown | Sepanjang Jl. Raya Boulevard, Kelapa Gading

Image

Bong Kopitown tampak luar

Image

Lantai 1

Image

Lantai 2

Image

Are you? Will you?

Image

Devil corner, 2nd floor

Image

Pajangan barang-barang vintage

Image

Lantai 2

Image

Unripe Mango Ice Shaved – Seger!!!

Image

Menu Buronan – Ote-Ote

Image

Nasi Penjara

Choi Pan yang berasal dari Singkawang

Choi Pan yang berasal dari Singkawang

Advertisements

Tidak perlu jauh-jauh ke luar kota atau ke luar negeri untuk bisa menikmati keindahan alam laut biru berpasir putih. Ke Kepulauan Seribu, misalnya. Bulan ini saya akhirnya menjejakkan kaki di Kepulauan Seribu, tepatnya di Pulau Macan. Untuk menuju ke pulau ini, saya berangkat dari Marina Ancol naik speed boat dengan waktu tempuh selama 1,5 jam.

Saya sudah mendengar cerita dan melihat foto-foto dari teman-teman tentang indahnya Kepulauan Seribu (mostly sekitaran Pulau Pramuka, Pulau Tidung, dan Pulau Gosong). Dan ketika saya sampai di Pulau Macan, pulau tersebut jauh lebih indah dari yang saya bayangkan di kepala! Yang bikin saya makin cinta, adalah konsep pulau tersebut yang adalah eco-island, lengkap dengan solar panel sebagai sumber energi.

Turun dari kapal di dermaga mungil di bagian depan pulau, saya langsung disambut dengan ramah oleh para pekerja di sana. Mata saya tak henti-hentinya dimanjakan dengan percampuran antara birunya laut, cuaca bersahabat, pondok-pondok dari kayu yang cantik, dan pepohonan hijau. Sungguh menenangkan hanya dengan duduk-duduk santai dan menatap ke arah lautan..

Di Pulau tersebut, di berbagai sudut tempat dan fasilitas, banyak keterangan tentang bagaimana pengunjung harus dengan bijak menggunakan air, penggunaan lampu, dan masih banyak lagi. Nice! Air di sana memang agak asin, mungkin disaring sendiri.. Not a bad thing for me.

Dari penuturan orang sana, Pulau Macan terbagi menjadi dua, yaitu Pulau Macan Kecil dan Pulau Macan Gundul. Ya, dua-duanya sama cantiknya! Ok, I'm done talking. Berikut ini adalah beberapa foto yang saya ambil selama di sana.

[caption id="attachment_175139" align="aligncenter" width="545"]IMG_3601 Setelah kurang lebih 3 jam, sampailah kami di Pulau Macan. That's the mini dock.[/caption] [caption id="attachment_175139391" align="aligncenter" width="545"]Pulau Macan Gundul, yang masih satu kawasan dengan Pulau Macan, letaknya berseberangan. Pulau Macan Gundul, yang masih satu kawasan dengan Pulau Macan, letaknya berseberangan.[/caption]   [caption id="attachment_175139388" align="aligncenter" width="545"]Cottage tempat saya menginap, lengkap dengan kelambu. Yap, ini adalah eco-island yang tidak menggunakan AC. Tenaganya pun bersumber dari solar panel. Cottage tempat saya menginap, lengkap dengan kelambu. Yap, ini adalah eco-island yang tidak menggunakan AC. Tenaganya pun bersumber dari solar panel.[/caption]

[caption id="attachment_175139" align="aligncenter" width="545"]IMG_3569 The island's club house, straight to the ocean![/caption] [caption id="attachment_175139" align="aligncenter" width="545"]IMG_3610 Warning![/caption]

IMG_3639

[caption id="attachment_175139394" align="aligncenter" width="545"]Pretty sunset. Pretty sunset.[/caption]

[caption id="attachment_175139393" align="aligncenter" width="545"]And yes, I'm a happy traveler. And yes, I'm a happy traveler.[/caption]