Archive

Daily Archives: June 27, 2012

Ruri__shei

Saya dan Shei (Foto: Nadya Paramitha)

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Shefti L. Latiefah—yang akrab dipanggil Shei—untuk sesi wawancara di salah satu cafe di Depok. Singkatnya, wanita belia ini adalah inisiator dari social movement Save Street Child (SSC), yang terjun langsung menggandeng anak jalanan dan memberikan mereka harapan akan masa depan. Sambil kuliah (dan mengerjakan skripsi!), Shei masih dan terus akan aktif dalam berbagai kegiatan SSC. Salut. Dan kesalutan saya berlanjut dengan luasnya wawasan dia tentang anak-anak, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan politik, hankam, pendidikan, dan lain-lain. Seperti inilah wajah ‘mahasiswa’ seharusnya…

Apa kesulitan mengasuh anak jalanan?

Pertama, saya tidak mengerti basic dan manajemen moral, attitude, pembinaan, dan juga menghadapi reality life. Pernah, kok, kita menerima teror. Ada orangtua anak yang mabuk, datang ke rumah saya, dan mukulin anak-anak. Pernah juga dituduh penculik, tukang ikut campur rumah tangga orang, dan juga tukang hipnotis (tertawa).

Program apa yang menjadi acuan Anda?

Pendidikan. Menurut saya, pendidikan adalah alat yang paling manusiawi untuk memanusiakan manusia. Kalau pikiran dan hati mereka terbuka, mereka juga bisa jadi seseorang.

Kenapa Anda tergerak untuk mengurus dan mengasuh anak-anak jalanan? Pernah ada pengalaman emosional?

Hanya semacam guilty pleasure. Saya menganggap hidup saya nyaman, enak, dan lempeng-lempeng saja. Karena saya menganggap negara ini sudah awut-awutan, maka kalau mengandalkan pemerintah untuk mengurus anak-anak ini tidak akan cukup. Negara, kok, suka banget ‘memelihara’ fakir miskin dan anak-anak terlantar. Sapi dipelihara saja gemuk. Kalau fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara, ya, makin banyak!

Sekarang Anda tinggal bersama tiga anak jalanan di kontrakan, bagaimana awal ceritanya?

Waktu itu saya melihat dua anak cewek, Wati dan Lisa, masih kelayapan sekitar jam 12 malam, mengejar truk sampah—yang ternyata mereka tengah mabuk. Saya panggil dan saya ajak makan mereka. Saya tanya mereka akan tidur di mana malam itu, mereka jawab: “Di mana saja, di semak-semak juga bisa.” Padahal kita jam segitu masih enak-enaknya tidur atau santai di rumah. Sedangkan mereka harus cari tempat tidur yang belum tentu aman dari serangga, kecoak, Satpol PP, dan pemerkosa—karena mereka sudah 13 tahunan, ya.

Ketika saya bertemu lagi dengan mereka, saya berikan mereka baju. Karena kepikiran, akhirnya saya ajak mereka tinggal bareng. Karena saya adalah anak kost, harta berharga paling-paling cuma rice cooker yang harganya seratus ribuan rupiah. Nothing to lose.

Urus SSC sama siapa saja?

Dulu pernah punya pengurus sampai 10 orang. Pernah juga hanya dua orang. Maklum, yang namanya komunitas itu fluktuatif ya. Gak punya sistem kerja dan memprioritaskan hal-hal yang seharusnya diurus pemerintah. Teman-teman banyak yang tidak kuat.

Sekarang kan sedang skripsi. Kalau sudah lulus nanti, apa yang ingin Anda capai?

Saya ingi mendirikan Non-Government Organization (NGO) anak, tapi yang militan. Dalam arti bergaul juga dengan preman, supaya tidak seperti KPAI: Komisi Pelaporan Anak Indonesia. Ya, memang, hanya dilaporkan saja, tidak ada tindak lanjutnya lagi. Susah juga kalau sistem hukumnya belum benar. Masalahnya, ancamannya itu preman lho, real banget. Kalau bisa malah ada bekingan Hercules (tertawa).

Setelah banyak berinteraksi dengan anak jalanan, yang sebenarnya mereka inginkan?

Duit (tertawa)! Sebenarnya yang mereka inginkan adalah sebuah keluarga, dan SSC memberikan itu. Makanya ini alasan kenapa saya tidak menampung terlalu banyak anak. Saya adalah orang yang percaya bahwa institusionalized children is not a children. Anak-anak harus dibesarkan oleh keluarga, bukan hanya sekolah. Anak-anak akan kehilangan beberapa hak mereka seperti hak bermain, dan hak memperoleh kasih sayang. 

——

Jika ada yang tertarik memberikan donasi atau ikut serta dalam kegiatan SSC, silahkan tanya-tanya langsung dan follow akun Twitter resminya: @SaveStreetChild atau akun pribadi Shei: @sheilayla. — Masih ada (banyak) harapan untuk anak-anak jalanan.. #RR

Advertisements