Archive

Daily Archives: December 24, 2011

Saya mengaku kalau saya ini salah seorang Twitter junkie. Maksudnya, rasanya seperti gak pakai celana kalau sehari gak baca timeline. Tapi beberapa bulan belakangan, saya mulai bosan. Tetep sih buka timeline, tapi saya malas nge-twit, kecuali reply mention-an orang ya, itu juga seperlunya. Maaf, bukannya saya sok seleb nih, tapi memang ini sepertinya dampak dari kebosanan saya terhadap Twitter.

Seorang teman menyarankan saya harus follow beberapa akun baru, tapi sayangnya tidak banyak yang membuat saya tertarik. Malah, bukannya nambah following, tapi saya malahunfollow beberapa akun yang membosankan, akun-akun pelaku retweet abuser (baik multiple dan berjamaah), dan juga beberapa teman yang sebenernya gak temenan amat (plus isi twit-nya membosankan + gak penting).

Mungkin akan ada yang bilang, ribet/sok/nyinyir aja sih lo Rur, Twitter aja diseriusin. Ya, memang untuk masalah timeline saya tidak mau sembarang follow orang, apalagi cuma buat nunjukin teman saya banyak dari jumlah following saya. Saya mau timeline saya bersifat informatif dan inspiratif karena ini juga sedikit banyak menyangkut pekerjaan saya. Jadi saya sama sekali tidak tertarik dengan akun-akun seperti ini:

Doyan ngobrol dengan geng. Kalau Anda sama-sama pakai smartphone, kenapa gak pindah aja ke BBM/YM/Whatssap/else? Percaya deh. Orang-orang gak peduli dengan apa yang Anda obrolin. Terganggu iya karena menuh-menuhin timeline. Ujung-ujungnya di-unfollow, iya.

Udah doyan reply pakai retweet, suka twitlonger pula! Beberapa orang saya perhatikan gak ngerti-ngerti deh kalau pakai twitlonger itu bisa menyebabkan akun yang dituju kadang tidak terbaca karena sudah terpotong link twitlonger. So, it’s like you’re talking to yourself.

Curhatan kehidupan pribadi yang bersifat galau to the max, kecuali kalau Anda tenar. Sesekali mungkin gakpapa, tapi kalau keseringan….seriously, saya akan menganggap Anda pathetic.

Rajin retweet twit-twit pepatah, quotes, ngemengnya Mario Teguh dll, dengan frekuensi yang sering. Umm, anggap aja supaya orang bisa baca dan terispirasi. But then again, apakah pe-retweet itu melakukan nasihat-nasihat yang diretweet itu? Nope, I don’t think so. Karena besoknya pun pepatah/quotes dengan tema serupa pun lagi-lagi di-retweet. Oh, I see! Mungkin itu adalah cara supaya saya bisa mengenal Anda lebih dekat? Don’t worry, I won’t take any step closer to get to know you.

Keluhan/twit sarkas. Perlu dijelasin juga kenapa saya benci dengan personality akun-akun seperti ini? Apalagi kalau tau aslinya jauh dari sarkas.

Terlalu banyak twit kegiatan sehari-hari. Misal: “Off to go to the office!”, “Manasin mobil dulu di garasi ah..”, “Aduh, mobilnya ternyata kotor. Hihihihihi.”, “Gilak, jalanan bikin sutres!!”, “Aaaah, di radio ada lagu Lady Bala-Balau. Galauuuuuu..”, “Kapan sampek kantornya ini gue?!”, “Akhirnya sampe kantor juga, arrrghhh kerjaan banyak banget!”, etc etc. Well, saya beberapa kali mute akun2 seperti ini. Kenapa tidak unfollow, karena saya pikir kadang akun ini informatif, walaupun hampirnya sisanya tidak. Bahkan, ada yang suka twit aktivitas malamnya bersama sang suami. Terserah sih, but myself think it’s inappropriate. #RR

Advertisements